| Rakor Ekonomi Se-AS: Memaksimalkan Kemampuan Ekonomi Nasional, Mendulang Potensi di AS |
|
|
Badai salju yang sebelumnya menghantam wilayah Pantai Timur AS pada hari Sabtu tidak menghalangi para wakil dari enam Perwakilan Indonesia di AS untuk berkumpul menghadiri Rapat Koordinasi Kompartemen Ekonomi se-Amerika Serikat yang diadakan di KJRI New York, pada tanggal 20-21 Desember 2009. Dalam kesempatan tersebut, wakil dari KBRI Washington, KJRI Chicago, KJRI Houston, KJRI Los Angeles, KJRI San Francisco dan KJRI New York, serta wakil Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, ITPC Los Angles, dan Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) Los Angles telah hadir menyampaikan laporan dan evaluasi program masing-masing Perwakilan, mengidentifikasi kekuatan, hambatan, kesempatan, dan tantangan yang mewarnai upaya tiap-tiap perwakilan sepanjang tahun 2009 serta merumuskan langkah terpadu untuk tahun 2010. Pertemuan juga telah diisi oleh presentasi perwakilan Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia. Pertemuan ini diadakan atas pertimbangan untuk mengoptimalkan kerjasama perdagangan dan investasi bilateral antara Indonesia dan AS, khususnya dalam memproyeksikan program Kabinet yang baru terpilih serta rencana perwujudan “Comprehensive Partnership” antara Indonesia dan AS. Berkenaan dengan ini, Konjen RI Trie Edi Mulyani menekankan pentingnya kerjasama dan sinergi di antara semua Perwakilan RI di AS, serta upaya menjalin jejaring yang lebih kuat dan bermakna dengan pihak-pihak setempat. Konjen RI New York juga menekankan pentingnya Perwakilan RI di AS memberikan pelayanan yang baik dan pro-aktif, baik kepada para pengusaha Indonesia yang ingin mengembangan bisnisnya di AS dan juga kepada para pengusaha AS yang ingin melakukan upaya serupa di Indonesia. Menurut Konjen RI, salah satu peran penting pemerintah adalah untuk menjembatani hubungan antar pebisnis dari kedua negara sehingga terjadi business matching yang sesuai. Guna meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia—AS, sekaligus menepis tantangan yang ada di antara kedua negara, KUAI KBRI Washington DC, Salman Al Farisi dalam sambutan pembukaanya menegaskan komitmen Indonesia untuk membina hubungan yang baik dengan AS, khususnya pada awal perwujudan kemitraan strategis “Comprehensive Partnership” antara kedua negara. Untuk itu KUAI KBRI menghimbau segenap perwakilan meneliti kembali komoditas prioritas Indonesia di AS; memanfaatkan kegiatan promosi untuk mencapai suatu hasil yang konkrit; memfasilitasi para aktor investasi AS yang ingin menanamkan modal di Indonesia dan; berkoordinasi menyelesaikan masalah di tingkat KJRI, ITPC, IIPC, atau di tingkat KBRI (federal). Ditekankan juga oleh KUAI Washington DC perlunya upaya terpadu dalam promosi Investasi, Perdagangan dan Pariwisata. Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam tersebut pada akhirnya membuahkan berbagai kesepakatan, yakni: pemanfaatan mekanisme konsultasi bilateral RI-AS dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bilateral; koordinasi program kerja yang lebih efektif dan efisien; meningkatkan citra Indonesia yang baik; memanfaatkan publik dan pelaku bisnis sebagai sarana diplomasi dan promosi; mengevaluasi sarana dan sasaran kegiatan promosi dalam skala prioritas; maksimalisasi pemanfaatan database; menggencarkan market observation dan market intelligence guna penetrasi pasar; memanfaatkan forum-forum bilateral dan; membangkitkan minat sekaligus meningkatkan arus masuk para tenaga kerja profesional dari Indonesia ke AS; dan memfasilitasi hubungan “business to business” (B2B) dengan menjembatani komunikasi antara pengusaha AS dan Indonesia. Hubungan ekonomi Indonesia-AS merupakan sesuatu yang penting mengingat AS merupakan salah satu raksasa ekonomi dunia yang masih menyimpan potensi yang tinggi baik bagi pemasaran produk, sarana berinvestasi, dan sumber pendanaan yang menguntungkan bagi Indonesia. Selain itu perekonomian AS juga telah nampak menunjukkan pemulihan pasca krisis ekonomi periode tahun 2008 lalu, yang menyiratkan adanya peluang bagi masuknya produk Indonesia yang memiliki keuntungan komparatif tersendiri dibandingkan produk-produk lainnya. Hal ini juga sejalan dengan terbukanya peluang-peluang baru setelah tercapainya kesepakatan Kemitraan Strategis antara Indonesia dan AS. (Sumber: KJRI New York) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





Badai salju yang sebelumnya menghantam wilayah Pantai Timur AS pada hari Sabtu tidak menghalangi para wakil dari enam Perwakilan Indonesia di AS untuk berkumpul menghadiri Rapat Koordinasi Kompartemen Ekonomi se-Amerika Serikat yang diadakan di KJRI New York, pada tanggal 20-21 Desember 2009. 

