Menu Content/Inhalt
Home

Up Coming Events

Wed, Sep 8th
Gamelan Dharma Swara
Kepala BKPM Promosikan “Invest in Remarkable Indonesia” kepada Pengusaha AS PDF Print
ImageKesungguhan Pemerintah Indonesia untuk menarik investasi infrastruktur tercermin jelas pada paparan Kepala BKPM Gita Wirjawan, dalam pertemuan terbatas dengan para pengusaha AS di New York, Selasa siang (6/7). Membahas mengenai arah pembangunan ke depan, Kepala BKPM menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen penuh dalam pelaksanaannya, antara lain dengan mengidentifikasi hambatan, mendirikan sektor penunjang dan membuat kebijakan dan perundang-undangan yang tepat.
 
Business luncheon terbatas yang digagas KJRI New York bekerjasama dengan BKPM tersebut dihadiri oleh 20 pengusaha dan pengambil keputusan dari perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat, yang tergabung dalam beberapa organisasi bisnis seperti Asian American Business Development Center (AABDC), Manhattan Chamber of Commerce (MCC), American Indonesian Chamber of Commerce (AICC), dan Asia Society. Kepala BKPM antara lain membahas kemajuan pembahasan undang-undang dan peraturan yang dapat mendukung investasi infrastruktur, seperti halnya undang-undang perburuhan dan tanah, serta pengkajian kebijakan yang tepat dalam pembentukan kerjasama publik-swasta yang ideal. Disadari bahwa segala upaya ini juga perlu ditunjang oleh kerjasama Pemerintah Daerah dan anggota legislatif.

Guna mendukung pembangunan infrastruktur berat, Indonesia berupaya untuk memfasilitasi pendirian pabrik baja dan semen. Sejauh ini, Indonesia telah membangun sekitar 360.000 km tambahan jalan raya. Sementara untuk pembangkit listrik, Indonesia telah membangun tambahan 37.000 MW. Target realistis Indonesia dalam 5 tahun mendatang adalah penambahan 30.000 km jalan, dan listrik 50.000 MW. Untuk itu Pemerintah telah mengalokasikan dana US$50 milyar. Tantangannya saat ini adalah bagaimana dapat mengundang investasi pendamping mengingat total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur adalah US$150 milyar.  
 
Investasi juga akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur ‘ringan’ seperti di bidang kesehatan dan pendidikan. Pemerintah telah mengalokasi anggaran yang cukup besar guna pengembangan kapasitas SDM. Kepala BKPM juga berharap dapat lebih banyak lagi menarik bentuk-bentuk investasi pada sektor yang sifatnya memberikan nilai tambah dan bersifat downstreaming.
 
Berbagai inisiatif dan komitmen Pemerintah tersebut mendapatkan tanggapan positif dari para pengusaha yang hadir. Umumnya para pengusaha tersebut ingin berpartisipasi dalam mendukung pembangunan Indonesia.  
 
Tercatat bahwa semenjak awal tahun, Foreign Direct Investment telah naik sebanyak 41%. Amerika Serikat kembali masuk dalam jajaran 5 besar investor asing setelah sempat menurun peringkatnya dalam 3-10 tahun terakhir. Singapura saat ini masih merupakan investor utama Indonesia. Kehadiran investor dari China juga meningkat, sehubungan dengan kestabilan fiskal dan inflasi di Indonesia.
 
Potensi Indonesia sebagai tujuan untuk investasi dan perdagangan dapat dilihat dari kondisi demografisnya, yaitu dimana 60% populasinya berada pada umur produktif dibawah umur 29 tahun. Dengan kekayaan sumber daya alam, ditunjang dengan ketahanan fiskal dan pengalaman dari krisis ekonomi Asia di tahun 1997, menjadikan Indonesia sebagai salah satu anggota G20 yang dapat bertahan dengan baik ditengah krisis ekonomi global.
 
Ditekankan oleh Kepala BKPM, bahwa variabel makro ekonomi Indonesia saat ini sangatlah ideal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, sangatlah tepat apabila Indonesia dapat terus memperkenalkan “tag line”-nya “Invest in Remarkable Indonesia”, mengingat besarnya potensi Indonesia.   (Sumber: KJRI New York)
 
< Prev   Next >
1 USD = Rp. 9000.00

Hari Libur 2010
darmasiswa
Paspor